Beranda | Artikel
Cara Untuk Meraih Istiqamah
Senin, 26 Oktober 2020

Bersama Pemateri :
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary

Cara Untuk Meraih Istiqamah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Aktualisasi Akhlak Muslim. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 09 Rabiul Awal 1442 H / 26 Oktober 2020 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Cara Untuk Meraih Istiqamah

Pada pertemuan sebelumnya kita telah membahas dua cara untuk meraih keistiqamahan. Yaitu:

1. Faktor doa

Keteguhan dan tegarnya hati di atas agama Allah dan dalam memegang keberanan adalah taufik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita. Karena hati kita berada di antara dua jari dari jari-jari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah bolak-balikkan menurut kehendakNya. Seperti sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ ، كَقَلْبٍ وَاحِدٍ ، يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ

Sesungguhnya semua hati anak Adam berada di antara dua jadi dari jari-jari Ar-Rahman. Seperti hati saja. Dan Allah membolak-balikkannya sekehendakNya.” (HR. Muslim)

Maka faktor doa adalah faktor yang sangat penting dalam meraih keistiqamahan. Karena kadang-kadang kita sendiri tidak bisa mengendalikan berbolak-baliknya hati kita. Salah satu yang diajarkan Nabi adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. Tirmidzi)

Demikian juga doa lain yang diajarkan Nabi:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami untuk selalu menaatiMu.” (HR. Muslim)

Jadi berbolak-baliknya hati kita, itu di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka kita harus memohon kepada Allah agar diberi keteguhan hati tersebut dan Allah mengarahkannya kepada kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkannya untuk menerima kebenaran dan Allah Subhanahu wa Ta’ala melapangkan hati untuk bisa menerima perintah, larangan dan kewajiban-kewajiban.

Jadi, faktor doa adalah faktor yang sangat penting untuk meraih keistiqamahan. Maka jangan pernah lewatkan untuk selalu membaca doa tersebut. Karena doa ini diajarkan Nabi kepada para sahabat dan doa ini seperti yang dikatakan oleh Abdullah Ibnu ‘Amr ketika ia ditanya doa apa yang paling banyak dibaca Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka beliau mengatakan doa ini. Ini doa yang paling banyak dibaca Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan kita tentunya sangat perlu untuk membaca doa ini. Kalaulah para sahabat saja merasa perlu untuk membacanya dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyuruh mereka untuk membacanya, apatah lagi kita? Oleh karena itu, hendaknya kita tidak lupa menyisipkan doa ini di dalam doa-doa yang kita baca.

2. Memegang teguh

Ini berkaitan dengan tekad, ini berkaitan dengan azzam. Harus ada azzam, harus ada tekad untuk memegang teguh nilai-nilai Islam, ajaran-ajaran agama. Allah mengatakan:

…وَمَن يَعْتَصِم بِاللَّـهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿١٠١﴾

Barangsiapa yang memegang teguh agama Allah, maka dia akan diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imran[3]: 101)

Dan banyak sekali hadits-hadits dari Nabi yang menyuruh kita untuk memegang teguh. Di antaranya sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Kata تَمَسَّكُوا بِهَا (berpegang teguhlah kemu dengan sunnah Nabi dan sunnah para sahabat tersebut), lalu dipergetas lagi dengan ungkapan عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ (gigit dia dengan gigi geraham kamu). Ini menunjukkan kengototan, keseriusan, tekad bulat, azzam kuat untuk memegang teguh nilai-nilai agama di dalam hidup. Karena kalau kita hanya sekedar memegangnya saja, mungkin dengan mudah kita bisa melepaskannya. Ditambah lagi banyak pihak-pihak yang ingin merampasnya dari kita. Banyak orang-orang yang tidak suka seseorang istiqamah dan memegang teguh prinsip, kadang-kadang menjadi bahan bulian.

Kalau kita misalnya bergaul dalam suatu pergaulan, banyak teman-teman. Ketika ada satu atau dua yang memegang teguh prinsip itu biasanya dijadikan bahan bully-an dan teman-temannya yang lain berusaha untuk agar dia tergelincir, itu kenyataan. Artinya banyak pihak-pihak yang tidak suka dan merasa bahagia dan senang apabila kita tergelincir.

Oleh karena itu perlu azzam yang kuat, kengototan, keuletanm keseriusan, kesungguhan untuk memegang teguh ajaran Islam ini. Itulah yang dimaksud dengan memegang erat.

3. Bersegera menaati Allah

Maksudnya di sini adalah kita harus memupuk semangat berkompetisi di dalam kebaikan. Itu harus ada, kalau tidak maka kualitas amal kita akan menurun dan pada akhirnya kita akan meninggalkan amal-amal tersebut. Karena tidak ada peningkatan, tidak ada kemajuan, tidak ada nilai kompetitifnya. Maka harus bersegera. Lawannya adalah taswif (menunda-nunda), bermalas-malasan, mengabaikan dan cenderung melalaikan. Dan bisa kita tembak bahwa ujungnya adalah dia meninggalkan, maka keluarlah dia dari keistiqamahan.

Maka perlu bersegera dalam menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena di dalam kaedah ushul fiqh, satu amr (perintah) kandungan asalnya adalah segera untuk dilaksanakan, bukan ditunda. Dan di dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan motivasi, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan satu suntikan kepada kita untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan. Misalnya di dalam surat Al-Baqarah:

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

Maka berlomba-lombalah kamu dalam melakukan kebaikan-kebaikan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 148)

Berlomba-lomba membantu seorang hamba itu untuk istiqamah. Demikian juga firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ

Dan bersegeralah kamu untuk mengejar ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Ali-Imran[3]: 133)

Lebih-lebih lagi zaman yang penuh fitnah. Setiap mukmin dituntut untuk bersegera menuju ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kalau tidak, maka akan berganti dengan kemaksiatan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ المُظْلِمِ

“Bersegeralah mengerjakan amal-amal shalih sebelum datang fitnah-fitnah (ujian-ujian) seperti potongan malam yang kelam.”

Nabi menyebutkan bagaimana cepatnya manusia berubah pada masa-masa fitnah itu.

يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا ، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا

“Seseorang beriman pagi hari namun kafir pada sore harinya, beriman pada sore hari sudah kafir pada pagi harinya.”

Ini mengindikasikan cepatnya perubahan pada seseorang. Tidak tunggu lama, sore dia beriman, pagi sudah kafir, pagi dia beriman, sore sudah berganti dengan yang lain. Begitu cepatnya manusia berubah hari ini. Apalagi di zaman informasi seperti sekarang ini, cepat sekali tersebar sampai kepada kita semua. Berita dan informasi itu yang mengejar kita pada hari ini. Sehingga bagitu banyak informasi yang mengandung syubhat. Seseorang bisa berubah pendirian, bisa berubah sikap, bisa berubah aqidah dan keyakinan bahkan berubah agama tidak pakai lama.

Maka dari itu bersegeralah untuk melakukan ketaatan, jangan menunda-nunda.

وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

Dan untuk mengejar surga itu hendaknya kamu berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthaffifin[83]: 26)

Sebagaimana kita ketahui, apabila di sana ada kompetisi, maka kualitas dan nilai juga akan meningkat. Tapi kalau tidak ada kompetisi, maka seorang itu seakan-akan dia sudah merasa berada di zona amannya dan cenderung lalai. Maka dari itu berlomba-lomba kita di dalam kebaikan.

Dalam hal akhirat, jangan lihat di bawah. Perintah Nabi untuk melihat orang yang di bawah kita itu dalam urusan dunia. Tapi di dalam bab akhirat, jangan lihat orang di bawah kita, karena kita akan cepat puas dan merasa kita sudah sampai kepada titik kesempurnaan. Padahal banyak kurang kita. Lihat orang yang di atas kita, orang-orang yang berlomba-lomba meraih dan mengejar surga. Itu akan menaikkan kualitas amal kita.

Kita lihat orang-orang yang lebih dalam ibadahnya, dalam ketaatannya, dalam kebaikan, dalam akhlaknya, maka kita akan terpacu untuk meraih tingkatan tersebut. Dan ini secara otomatis akan menjaga orang itu untuk berada dalam ketaatan.

Bagimana penjelasan selanjutnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian Tentang Cara Untuk Meraih Istiqamah

Download mp3 yang lain tentang Aktualisasi Akhlak Muslim di sini.


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/49294-cara-untuk-meraih-istiqamah/